Ciptakan Alpikasi Surplus.id untuk Kurangi Sampah Makanan

31
Muhammad Agung Saputra tergerak menawarkan sebuah solusi untuk mengubah kebiasaan buruk membuang makanan dengan menciptakan aplikasi Surplus.id. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Dhodi Syailendra
Muhammad Agung Saputra tergerak menawarkan sebuah solusi untuk mengubah kebiasaan buruk membuang makanan dengan menciptakan aplikasi Surplus.id. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Dhodi Syailendra

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – Membuang makanan merupakan sebuah tindakan yang kurang baik karena dampaknya banyak makanan tersisa dan menumpuk dan berakhir di tempat pembuangan sampah.

Namun, nyatanya hal inilah yang terjadi di Indonesia, kebiasaan masyarakat yang lapar mata dan tradisi makan tidak dihabiskan menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar kedua penghasil food loss (FL) dan food waste (FW) setelah Arab Saudi.

Berdasarkan Food Sustainability Index 2017 yang dirilis oleh The Economist Intelligence Unit (EIU), terdapat hampir satu miliar orang menderita kelaparan, namun sepertiga makanan justru hilang atau terbuang.

Limbah makanan ini sesuai dengan empat kali jumlah yang dibutuhkan untuk memberi makan masyarakat yang menderita kurang gizi di seluruh dunia.

Melihat kebiasaan miris tersebut, Muhammad Agung Saputra tergerak menawarkan sebuah solusi untuk mengubah kebiasaan buruk ini.

Yah, kendati terbilang masih muda, ia sudah menawarkan solusi jitu untuk mengubah kebiasaan ini untuk masyarakat.

Baca juga: Mengungkap Khasiat serta Peluang Bisnis VCO

Kepada IABA, Agung menceritakan passion-nya di bidang lingkungan.

Dia merupakan lulusan S2 dari Imperial College London dan pernah mengalami kekurangan uang karena keterlambatan pengiriman.

Bahkan ketika ia mau makan dan melewati suatu restoran duitnya tak mencukupi tetapi pihak restoran membuang makanan yang berlebih.

“Padahal saat itu saya memiliki uang hanya setengah dari harga untuk membeli makanan tersebut,” kata Agung yang juga sebagai CEO and Founder Surplus.id.

Saat itu ia pun bertekad membuat inovasi yang menghubungkan toko makanan yang memiliki makanan berlebih dengan konsumer.

Kini inovasinya diwujudkan melalui marketplace surplus.id.

Platform ini dibuatnya untuk menghubungkan para pelanggan dengan toko makanan yang memiliki makanan berlebih yang belum tersentuh dan bukan makanan sisa, dimana kalau menunggu besok bakal dibuang.

“Kami menghubungkan pelanggan dengan toko makanan yang memiliki makanan berlebih yang belum terjual di penghujung hari dengan diskon 50 persen.”

“Setiap makanan yang diselamatkan berkontribusi dalam memerangi food waste,” sebutnya.