Cukup Sekali Jadi Anggota DPR RI

23
Arief Suditomo
Arief Suditomo menekuni profesi sebagai reporter surat kabar, lalu menjadi anchor berita di beberapa televisi nasional, hingga kini ia dipercaya sebagai News Director and Editor in Chief Metro TV. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Dhodi Syailendra

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – Mohammad Arief Sapi’ie Suditomo atau lebih dikenal sebagai Arief Suditomo merupakan selebritas di jagad televisi Tanah Air.

Sejak 1992, berawal ia menekuni profesi sebagai reporter surat kabar, lalu menjadi anchor berita di beberapa televisi nasional, hingga kini ia dipercaya sebagai News Director and Editor in Chief Metro TV.

Dia memperoleh beasiswa Chevening dari British Council sehingga berkesempatan menempuh pendidikan S2 di University of Westminster, London, dari tahun 1999 hingga 2000.

Selain malang melintang di dunia juarnalistik, Arief Suditomo pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2014-2019.

Dia terpilih mewakili Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Baca juga: Aktif Kampanye Kurangi Penggunaan Plastik

Penggalan pengalaman ini memperkaya pandangannya tentang DPR dan dunia politik Indonesia.

“Saya menjadi anggota DPR saat bekerja di RCTI dan pemiliknya, Pak Hary Tanoesoedibdjo, berpasangan Pak Wiranto (Ketua Partai Hanura saat itu)mencalonkan diri menjadi pasangan calon presiden dan calon presiden.”

“Saya diajak masuk ke dunia politik lalu dipercaya untuk maju menjadi wakil rakyat dan terpilih mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat I, Bandung dan Cimahi,” ujar Arief kala ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.

Di DPR, Arief berada di Komisi I yang mengurusi masalah pertahanan, diplomasi, intelejen, komunikasi dan informasi.

“Setelah menjadi anggota DPR, saya berkesimpulan bahwa dunia politik bukan untuk semua orang.”

“Hanya saja kalau ditanya, apakah saya akan terus bertahan.”

“Saya jawab, iya, saya bias bertahan. Apakah saya kuat? Saya pikir iya, saya kuat,” tuturnya.

Menurutnya, selama menjadi anggota DPR RI, dia banyak belajar, salah satunya tentang nilai-nilai kompromi.

Baca juga: Ingin Banyak Kaum Wanita Terjuni Teknologi Siber

Dia harus bisa membawa diri dan tidak bawa perasaan atau baperan.

“Soalnya hari ini kita bisa jadi kawan, tapi di lain hari kita dapat berseberangan.”

“Namun, jika saya ditanya apakah mau lagi menjadi anggota DPR?”

“Saya pikir tidak, cukup sekali saja,” tutur Arief seraya tertawa lepas. Wisesa