IABA Bisa Jembatani Potensi SDM yang Dimilikinya untuk Pembangunan SDM Indonesia

198
Mantan Ketua IABA dan Komisaris di PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Saiful Haq Manan berharap anggota IABA bisa terus memberikan kontribusi berarti untuk rakyat dan bangsa Indonesia. Foto: alumninggris.com/Hasan
Mantan Ketua IABA dan Komisaris di PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Saiful Haq Manan berharap anggota IABA bisa terus memberikan kontribusi berarti untuk rakyat dan bangsa Indonesia. Foto: alumninggris.com/Hasan

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – Indonesia Association of British Alumni (IABA), bukan organisasi biasa karena menghimpun para warga Indonesia lulusan(alumni) berbagai pendidikan tinggi di Inggris, mulai dari pendidikan setingkat diploma, S1, S2, hingga S3 (program doktoral).

Sejak era 1970-an, ketika Inggris menjadi salah satu negara tujuan pendidikan para pelajar Indonesia, hingga kini di tahun 2019, sudah ribuan pelajar Indonesia yang menamatkan pendidikan tinggi di Inggris. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari ilmu sosial, ilmu budaya, ilmu ekonomi, politik, hukum, seni, teknik, transportasi, hingga sains (fisika, kimia, serta biologi).

Sebagai orang yang pernah duduk di pucuk pimpinan IABA, Saiful Haq Manan tahu betul seluk-beluk IABA.

Pria yang akrab disapa Luluq ini paham betul perjalanan IABA dari waktu ke waktu, terutama ketika dirinya menjadi Ketua IABA lebih dari satu periode.

“IABA merupakan organisasi yang berisikan orang-orang hebat di negeri ini,”ujarnya kala ditemui IABANEWS di kantornya belum lama ini.

Baca juga: Masih Ada 86 Juta Sertifikat Belum Selesai

Dia sendiri menyelesaikan A Levels (science) di Concord College, Shrewsbury, Inggris guna menjalani training program di salah satu Big Five Insurance Broker anggota Llyod’s sambil mengambil kursus di College of Insurance, London.

Banyak alumni Inggris mendulang sukses begitu kembali ke Tanah Air, ada yang menjadi pengusaha sukses, pengacara ternama, ekonom kondang, seniman besar, menjadi pakar ternama di satu bidang keilmuan, hingga menduduki berbagai jabatan puncak baik di pemerintahan maupun perusahaan (Badan Usaha Milik Negara dan swasta).

Beberapa diantaranya pernah menjabat sebagai Menteri Negara seperti Hayono Isman (Menpora) dan Juwono Sudarsono yang menjadi menteri di era tiga pemerintahan di Indonesia.

Bahkan Prof Dr Juwono tercatat sebagai Menteri Pertahanan pertama yang berasal dari kalangan sipil.

“Banyak orang-orang potensi di IABA, dari zaman dulu sampai sekarang.”

“Berbagai potensi itu harus bermanfaat bagi kepentingan bangsa, kepentingan masyarakat luas.”

“Salah satunya adalah dengan cara membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia,” kata Luluq yang sejak awal 2018 menjabat sebagai salah satu Komisaris di PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), BUMN yang bergerak di bidang layanan jasa angkutan sungai dan laut.

Menurutnya, IABA diharapkan bisa menjembatani berbagai potensi SDM yang dimilikinya dengan kepentingan pembangunan SDM Indonesia.

“Nah IABA harus bisa mengupayakan bagaimana anak-anak cerdas itu bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi terutama berfokus pada pendidikan vokasi.”

“Caranya bukan dengan memberikan bantuan materi seperti pemberian beasiswa, tapi diupayakan mendatangkan para pakar asal Inggris ke Indonesia lewat kerja sama dengan IABA,” tuturnya.

“Program-program IABA harus konkret dan berfokus pada aspek sosial atau corporate social responsibility (CSR) seperti pembangunan SDM Indonesia sebagaimana dicontohkannya di atas,” pungkas Saiful Haq. Wisesa