Wednesday, 21 October 2020 | 08:54 WIB
Blog

Pajakku Luncurkan Layanan Bayar Pajak, MPN Pajakku

Pajakku, mitra Direktorat Jendral Pajak sebagai Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP), meluncurkan Transaksi Perdana MPN (Modul Penerimaan Negara) Pajakku dengan menampilkan transaksi pembayaran pajak secara langsung dari pelanggan Pajakku. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Wisesa
Pajakku, mitra Direktorat Jendral Pajak sebagai Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP), meluncurkan Transaksi Perdana MPN (Modul Penerimaan Negara) Pajakku dengan menampilkan transaksi pembayaran pajak secara langsung dari pelanggan Pajakku. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Wisesa

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – PT Mitra Pajakku (Pajakku), mitra Direktorat Jenderal Pajak sebagai Penyedia Jasa Aplikasi Perpajakan (PJAP) sejak tahun 2005, telah ditunjuk sebagai Lembaga Persepsi Lainnya (LPL) yang dapat menerima penerimaan setoran pajak oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan.

Hari Jumat (28/8/2020), bersama dengan Pejabat Eselon II Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Direktorat Jenderal Pajak, Pajakku menyelenggarakan kegiatan Peluncuran Transaksi Perdana MPN (Modul Penerimaan Negara) Pajakku dengan menampilkan transaksi pembayaran pajak secara langsung dari pelanggan Pajakku.

Acara ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoombinar guna memenuhi ketentuan tentang Protokol Kesehatan.

“Pajakku terus melakukan inovasi dan berusaha memberikan kemudahan bagi masyarakat agar kewajiban perpajakan yang dikesankan “sulit” menjadi menyenangkan.”

“Lebih dari itu, semua pembayaran yang berkaitan dengan penerimaan negara dapat dilakukan dengan mudah,” ujar Dedi Rudaedi, Direktur PT Mitra Pajakku.

MPN Pajakku dapat diakses melalui web Pajakku di www.pajakku.com dan Aplikasi Mobile “Tupai” yang dapat diunduh di Playstore dan di layanan aplikasi perpajakan Pajakku (Halona – ePPT-Tarra) dengan proses Daftar-Hitung-Bayar-Lapor (DHBL). Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Wisesa

Dyah Roro Esti: Demokrasi Lingkungan Didasarkan pada Kepentingan Rakyat Secara Adil

Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti (di tengah deret pertama) menyatakan, bentuk komitmen Indonesia dalam melawan perubahan iklim, Indonesia memiliki target untuk menurunkan tingkat emisi karbon sebesar 29 persen secara mandiri dan 41 persen dengan bantuan internasional. Foto: Istimewa
Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti (di tengah deret pertama) menyatakan, bentuk komitmen Indonesia dalam melawan perubahan iklim, Indonesia memiliki target untuk menurunkan tingkat emisi karbon sebesar 29 persen secara mandiri dan 41 persen dengan bantuan internasional. Foto: Istimewa

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – Demokrasi Lingkungan didasarkan pada gagasan bahwa pembuatan keputusan yang terkait dengan lingkungan dan sumber daya alam harus didasarkan atas kepentingan rakyat secara adil dan ada tiga faktor fundamental dalam demokrasi lingkungan, yaitu: akses terhadap informasi, partisipasi masyarakat, dan akses terhadap keadilan.

Pendapat tersebut dilontarkan Anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti dalam diskusi virtual Launch of the Westminster Foundation for Democracy (WFD) Environmental Democracy Initiative pada Selasa (27/7/2020).

Sebagai perwakilan dari anggota parlemen Indonesia, dia menyatakan bahwa implementasi demokrasi lingkungan di Indonesia, dimana dasar hukum demokrasi lingkungan di Indonesia tercantum dalam UUD 1945 dan UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

The Environmental Democracy Index (EDI) atau Indeks Demokrasi Lingkungan ditentukan oleh 75 indikator hukum dan menggambarkan tingkat kemajuan suatu negara dalam mengembangkan kebijakan dan regulasi serta penerapan untuk transparansi, akses terhadap keadilan (justice) dan partisipasi masyarakat dalam pembuatan keputusan lingkungan hidup.

Selain itu, alumni Imperial College London ini juga menyatakan bahwa penerapan Demokrasi Lingkungan di Indonesia sudah diterapkan pada beberapa daerah di Indonesia, misalnya dengan implementasi Peraturan Gubernur DKI Jakarta (Pergub) Nomor 142 tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat.

“Regulasi ini muncul seiring dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya penggunaan plastik terhadap lingkungan dan meningkatnya kampanye dan gerakan bebas plastik yang diinisiasi oleh para komunitas, CSO (Central Statistics Office) serta partisipasi masyarakat dalam kampanye ini.”

“Gerakan bebas plastik ini telah dilakukan di daerah-daerah lain di Indonesia, seperti di Bogor, Banjarmasin, dan Bali. Oleh karena itu, peran masyarakat merupakan hal yang sangat signifikan dalam implementasi Demokrasi Lingkungan,” tutur politisi muda dari Partai Golkar tersebut.

BATIQA Hotel Jababeka Beroperasi dengan Utamakan Protokol Kesehatan

Gustaf Afolf (kanan) selaku General Manager BATIQA Hotel Jababeka menerangkan bahwa BATIQA Hotel Jababeka, Cikarang telah langsung memberlakukan Protokol Kesehatan sesuai standar dari Kementerian Kesehatan yang selalu diperbaharui sesuai perkembangannya serta dengan sangat ketat dan lengka. Foto: BATIQA Hotel
Gustaf Afolf (kanan) selaku General Manager BATIQA Hotel Jababeka menerangkan bahwa BATIQA Hotel Jababeka, Cikarang telah langsung memberlakukan Protokol Kesehatan sesuai standar dari Kementerian Kesehatan yang selalu diperbaharui sesuai perkembangannya serta dengan sangat ketat dan lengka. Foto: BATIQA Hotel

ALUMNINGGRIS.COM, CIKARANG – Dalam menghilangkan kejenuhan di masa pandemi Covid-19 ini, BATIQA Hotel Jababeka mengajak para rekan media untuk ngopi santai sambil berbincang-bincang mengenai kondisi yang telah dilalui selama pandemi berlangsung sejak tiga bulan terakhir.

Membahas mengenai duka selama pandemi tersebut, industri global terkena dampak yang cukup tinggi, dimana perputaran ekonomi pada hampir semua bidang mengalami penurunan yang drastis.

Salah satu yang paling berdampak langsung adalah industri pariwisata khususnya bidang perhotelan, karena selama masa pandemi ini okupansi atau tingkat hunian hotel turun jauh dari keadaan normal biasanya.

Hal ini membuat persaingan antar industri perhotelan menjadi tidak terkendali dan membuat seluruh hotel mulai gencar dan berlomba-lomba dalam mengeluarkan promo dengan harga yang gila-gilaan.

BATIQA Hotel Jababeka yang merupakan salah satu bagian dari industri tersebut juga merasakan betapa pahit dan beratnya menjalani masa sulit ini.

Baca juga: Indonesia Tetap Menarik bagi Investor

“Selain harus menghadapi pahitnya penurunan okupansi, kamipun pernah menghadapi pemberitaan tidak benar yang menyatakan bahwa BATIQA Hotel Jababeka merupakan salah satu tempat yang dianjurkan untuk tidak dikunjungi dikarenakan adanya ODP menginap di Hotel kami namun telah di rapid test dan hasilnya adalah negatif.”

“Dalam kesempatan ini pula, kami ingin menegaskan kembali kepada masyarakat Kabupaten Bekasi dan sekitarnya bahwa pemberitaan tersebut adalah tidak benar adanya atau hanya merupakan praduga pihak luar semata yang diinformasikan tanpa adanya pengecekan dan konfirmasi yang jelas dengan manajemen kami.”

“Perihal tersebut sangat berdampak drastis pada kegiatan operasional hotel, dan juga cukup merugikan pihak hotel.”

“Oleh karena itu, manajemen kami segera menindaklanjuti pemberitaan tersebut bahkan sejak adanya kasus Covid-19 dari bulan maret lalu, BATIQA Hotel Jababeka, Cikarang telah langsung memberlakukan Protokol Kesehatan sesuai standar dari Kementerian Kesehatan yang selalu diperbaharui sesuai perkembangannya serta dengan sangat ketat dan lengkap, baik kepada para tamu maupun seluruh karyawan.”

“Juga semua vendor yang keluar masuk area hotel sehingga saat ini kami masih sangat layak dikunjungi dan tetap menjadi hotel pilihan para tamu selama berada di Cikarang.”

“Bahkan kami telah siap dengan era Normal Baru ataupun Adaptasi Kebiasaan Baru” ungkap Gustaf Afolf selaku General Manager BATIQA Hotel Jababeka dalam keterangan persnya belum lama ini.

Indonesia Tetap Menarik bagi Investor

Fauzi Ichsan, ekonom sekaligus mantan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menyatakan bahwa laju pemulihan ekonomi global sangat bergantung dengan ditemukannya vaksin Covid-19. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Wisesa
Fauzi Ichsan, ekonom sekaligus mantan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), menyatakan bahwa laju pemulihan ekonomi global sangat bergantung dengan ditemukannya vaksin Covid-19. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Wisesa

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – Menurut para analis global, dampak dari pandemi coronavirus disease 2019 atau Covid-19, saat ini kita menghadap resesi ekonomi dunia terburuk sejak depresi ekonomi global di tahun 1930-an.

International Monetary Fund (IMF) telah merevisi pertumbuhan ekonomi global dari semula yang diperkirakan di angka 3 persen (pada April 2020) menjadi hanya 0,9 persen (pada Juni 2020) untuk tahun 2020 ini.

IMF juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi 0,3 persen di tahun 2020 atau mengalami revisi dari angka semula 0,5 persen.

Walau begitu, IMF masih optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi global akan mengalami rebound yang relatif tajam di tahun 2021, yakni 5,4 persen atau lebih rendah dari prediksi awal 5,8 persen.

Di tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia, menurut IMF, bakal berkisar di angka 6,1 persen atau turun dari prediksi semula 8,2 persen.

Baca juga: Sektor Logistik dan Ecommerce Mampu Tumbuh di Tengah Pandemi Covid-19

Semua pemaparan tersebut disampaikan ekonom Fauzi Ichsan dalam Webinar bertema The Effects of Covid19 Outbreak On The Banking Sector’s Stability: Credit Risk, Liquidity Risk, and The Expected Outlook” yang digelar Indonesia Association of British Alumni (IABA), Minggu (5/7/2020).

“Namun yang paling penting, prediksi rebound-nya pertumbuhan ekonomi global di tahun 2021 ini berdasarkan asumsi bahwa tidak ada gelombang kedua pandemi Covid-19.”

“Intinya, tanpa adanya vaksin Covid-19 yang sudah disetujui oleh otoritas kesehatan dunia, terutama dari FDA (Food and Drugs Administration) di Amerika Serikat, dan diproduksi serta telah didistribusikan secara massal maka recovery ekonomi dunia masih dalam kondisi ketidakpastian,” ujar Fauzi.

Menurutnya, tanpa adanya vaksin Covid-19, pemerintah mancanegara akan terus menerapkan kebijakan lockdown maupun social distancing yang secara otomatis akan membekukan aktivitas ekonomi yang berujung pada kian panjangnya durasi krisis ekonomi global.

Isunya, ada pertentangan antara otoritas ekonomi, terutama otoritas fiskal dan moneter yang mencoba melakukan stimulus ekonomi lewat kebijakan fiskal serta moneter, dengan otoritas kesehatan, yang prioritasnya adalah kesehatan masyarakat dan menekan jumlah infeksi serta kematian akibat Covid-19.

“Sejauh ini pandangan dan sikap otoritas kesehatan itu yang menang sehingga kebijakan lockdown dan social distancing yang diberlakukan berdampak membekukan aktivitas ekonomi sehingga membuat stimulus moneter dan fiskal menjadi tidak efektif,” tutur mantan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.

Sektor Logistik dan Ecommerce Mampu Tumbuh di Tengah Pandemi Covid-19

Pengusaha nasional Sandiaga Uno menilai, bagi UKM yang selama ini banyak bergantung pada jaringan offline harus mulai pindah ke online. Foto: Istimewa
Pengusaha nasional Sandiaga Uno menilai, bagi UKM yang selama ini banyak bergantung pada jaringan offline harus mulai pindah ke online. Foto: Istimewa

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – Kondisi perekonomian di era pandemic Covid-19 saat ini sangat memukul pelaku UKM (usaha kecil menengah).

Di tengah perlambatan pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia menjadi 2,9 persen di kuartal I lalu, terendah dalam 20 tahun terakhir dan terkontraksi menjadi minus tiga persen di kuartal kedua, saat pemerintah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) penuh.

Hal ini sangat berdampak pada dua koponen utama perekonomian Indonesia, rumah tangga dan UKM.

Pandangan tersebut disampaikan pengusaha nasional Sandiaga Uno dalam Indonesia Economic Forum bersama ZACD, Synthesis, Orbit Future Academy dan Chairos menggelar Webinar Series bertema “Emerging Business Opportunities post Covid-19: A Golden Age For Entrepreneurs?” yang digelar, Senin (29/06/2020).

Menurutnya, berbeda dengan krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008 dimana UKM dan rumah tangga masih tetap mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional, krisis ekonomi tahun ini meluluhlantakan UKM sejak tahap-tahap awal pandemi, dimana pertumbuhan penjualan hampir tidak terjadi atau 0 persen.

Baca juga: After Covid 19, Growth or Depression?

Mengingat UKM menjadi sektor penyumbang tenag akerja terbesar, sekitar 98 persen maka banyak pekerja terpaksa terkena PHK.

Dari semula sekitar 2 juta, 5 juta, saat ini ditaksir mencapai 10-15 juta pekerja di-PHK, termasuk sektor informal.

“Birokrasi pemerintah membuat program pemulihan ekonomi nasional ini berjalan sangat pelan dan saya lihat ada banyak ruang perbaikan.”

“Kita lihat Presiden Jokowi pagi ini juga menyampaikan kekecewaannya bahwa kementerian teknis masih sekedar doing business as usual dan tidak sigap dalam mengeksekusi program itu,” kata manta Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta itu.

Lalu bagaimana UKM seharusnya merespon kondisi ini, setidaknya ada tiga pilar yang perlu diterapkan.

Pertama, terapkan manajemen keuangan yang sangat ketat fokuslah mengamankan cash karena saat ini cash adalah raja.

Ini saatnya UKM menjadwal ulang kewajiban pembayaran mereka dan fokus dan pastikan ada likuiditas yang cukup dan tetap fokus pada bisnis utama.

After Covid 19, Growth or Depression?

Sumit Dutta, Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia, menggarisbahawi adanya perubahan tren investasi sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Foto: Indonesia Economic Forum
Sumit Dutta, Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia, menggarisbahawi adanya perubahan tren investasi sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Foto: Indonesia Economic Forum

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – Indonesia Economic Forum bersama Synthesis, Orbit Future Academy dan Chairos menggelar Webinar Series bertema “After Covid 19: Growth or Depression” dengan menghadirkan pembicara utama Prof. Kishore Mahbubani, Senior Fellow di Asia Research Institute yang juga mantan diplomat Singapura dan mantan Dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy di National University of Singapore dan pembicara lainnya, Sumit Dutta, Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia.

Diskusi dalam webinar ini dipandu oleh Shoeb Kagda, Founder dan CEO Indonesia Economic Forum, pada Kamis (25/6/2020).

Melalui diskusi tersebut, para pembicara memaparkan pandangannya terkait tatanan dunia baru setelah pandemi Covid-19 dan dampak perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok terhadap negara-negara Asia dan negara-negara lainnya.

Topik lain yang juga dibahas adalah bagaimana negara berkembang di Asia Tenggara seperti Indonesia bisa memanfaatkan situasi ini untuk meningkatkan perekonomiannya.

Apakah Tiongkok mampu mengalahkan Amerika Serikat dan akankah Tiongkok akhirnya menjadi mitra datang utama negara-negara Asia menggantikan Amerika Serikat?

Dalam paparannya, Prof. Kishore Mahbubani menegaskan bahwa pemenang perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok akan terlihat di era pandemi Covid-19.

Mengingat, pandemi ini telah meluluhlantakan perekonomian kedua negara tersebut.

Kedua negara akan sama-sama mengalami tekanan struktural yang dalam.

Di satu sisi, keduanya masih memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi satu sama lain sehingga sulit terjadi decoupling di antara kedua negara.

Untuk memahami mana yang lebih adidaya di antara kedua negara tersebut, nampaknya idiom lama “the enemy of my enemy is my friend”, dalam hal ini Covid-19 bisa menjadi faktor penentu.

AQUA Ajak Penuhi Hidrasi Sehat dan Terapkan Mindfulness untuk Atasi Kecemasan Hadapi Normal Baru

Meski kebutuhan hidrasi setiap orang bervariasi tergantung pada banyak faktor, namun orang dewasa sehat dan aktif pada umumnya membutuhkan sekitar dua liter air setiap harinya dan secara sederhana kita dapat memenuhinya dengan empat botol air mineral ukuran 600 mililiter. Foto: Danone-AQUA
Meski kebutuhan hidrasi setiap orang bervariasi tergantung pada banyak faktor, namun orang dewasa sehat dan aktif pada umumnya membutuhkan sekitar dua liter air setiap harinya dan secara sederhana kita dapat memenuhinya dengan empat botol air mineral ukuran 600 mililiter. Foto: Danone-AQUA

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – Di masa New Normal atau Normal Baru ini, tingkat kewaspadaan seseorang saat beraktivitas di luar rumah meningkat.

Kewaspadaan yang meningkat seringkali berubah menjadi kecemasan berlebih yang adalah salah satu bentuk gangguan fungsi kognitif.

Gangguan fungsi kognitif manusia dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti kondisi lingkungan, dan faktor internal seperti kondisi dalam tubuh.

Kondisi tubuh yang tidak normal, seperti dehidrasi, dapat memperparah tingkat kecemasan seseorang sehingga berdampak negatif pada kualitas hidup mereka.

Sayangnya, data menunjukkan bahwa satu dari empat orang dewasa, serta satu dari lima anak dan remaja di Indonesia nyatanya masih belum secukupnya memenuhi kebutuhan hidrasi mereka.

Studi menunjukkan bahwa dehidrasi dapat mengganggu fungsi kognitif dan memengaruhi suasana hati (mood) seseorang.

Baca juga: Cordela Inn Millennium Medan Hadir dengan Protokol Pencegahan Covid-19 Ketat dan Harga Promo Rp202.000

Padahal fungsi kognitif memegang peranan penting dalam mengatur persepsi, cara berpikir, kemampuan mengingat, dan merasakan emosi.

“Sekitar 75 persen otak manusia terdiri dari air, apabila tubuh kehilangan sedikitnya 2 persen saja dari jumlah total air dalam tubuh, hal ini dapat mengganggu fungsi tubuh kita, termasuk otak.”

“Akibat dari fungsi kognitif dan mood yang terganggu, seseorang akan merasa konsentrasinya menurun, mudah mengantuk dan lelah, serta lebih mudah cemas dan tegang,” ujar Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gizi, Sp.GK, Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG) dalam keterangan pers yang digelar Danone-AQUA di Jakarta, Kamis (25/6/2020).

Oleh karena itu, Dr. Diana menekankan pentingnya memerhatikan frekuensi minum air demi menjaga kelancaran fungsi otak dan memelihara kesehatan tubuh.

“Faktanya, 28 persen orang dewasa dan 21 hingga 22 persen anak serta remaja di Indonesia masih belum memenuhi kebutuhan hidrasi mereka.

Meski kebutuhan hidrasi setiap orang bervariasi tergantung pada banyak faktor, namun orang dewasa sehat dan aktif pada umumnya membutuhkan sekitar dua liter air setiap harinya dan secara sederhana kita dapat memenuhinya dengan empat botol air mineral ukuran 600 mililiter.

“Untuk memastikan aliran nutrisi dan hidrasi yang cukup guna menjaga fungsi fisiologis tubuh, sebaiknya kita mengawali dan mengakhiri hari dengan minum air.”

“Minumlah air secara berkala dan sebelum gejala dehidrasi muncul, seperti rasa haus,” tutur Dr. Diana

Tetesan Surga di Pantai Pasir Perawan

Ketika sampai di Pantai Pasir Perawan, Anda akan mendapati sajian pantai berpasir putih nan lembut, air laut bening tanpa ombak sehingga aman untuk kegiatan berenang serta snorkeling menikmati pemandangan di bawah laut. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Wisesa
Ketika sampai di Pantai Pasir Perawan, Anda akan mendapati sajian pantai berpasir putih nan lembut, air laut bening tanpa ombak sehingga aman untuk kegiatan berenang serta snorkeling menikmati pemandangan di bawah laut. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Wisesa

ALUMINGGRIS.COM, JAKARTA – Pantai teduh dengan rimbunan pohon, hamparan pasir putih lembut, air laut sebening kristal dengan ikan-ikan kecil yang seakan-akan menari di dalamnya, pemandangan indah, ditingkahi suara desau angin, dan deburan ombak di kejauhan ibarat tetesan surga yang jatuh di bumi tatkala Anda melangkahkan kaki menikmati suasana serta panorama Pantai Pasir Perawan di Pulau Pari.

Pulau Pari, yang memiliki luas sekitar 40,32 hektare, merupakan salah satu pulau yang berada di Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Anda bisa mengunjungi Pulau Pari dengan transportasi kapal laut.

Jika berangkat dari Pelabuhan Marina Beach, Ancol, maka Anda mesti merogoh kocek sebesar Rp175 ribu per orang untuk naik kapal laut cepat sekali jalan dan lama perjalanan sekitar 1,5 jam.

Berkeliling menikmati pemandangan di Pantai Pasir Perawan dengan menggunakan perahu jadi pengalaman tak terlupakan. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Wisesa

Namun, bila ingin berhemat maka Anda dapat naik kapal motor kayu atau kapal Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang berangkat dari Pelabuhan Kaliadem di Muara Angke.

Jadwal keberangkatan kapal Dishub dari Pelabuhan Kaliadem, Muara Angke, menuju Pulau Pari dibedakan dengan jadwal keberangkatan kapal motor kayu yang pada umumnya berangkat jam 08.00 pagi.

Baca juga: Menikmati Eksostisme Pantai Sundak

Sementara untuk kapal Dishub semua lintasan atau jalur baik itu Jalur 1, Jalur 2 dan Jalur 3 dibagi dalam dua sesi waktu keberangkatan yaitu, keberangkatan sesi pertama pada pukul 09.00 pagi WIB serta keberangkatan sesi kedua pukul 10.00 pagi WIB.

Harga tiket kapal Dishub terbilang murah yakni Rp50 ribuan dan lama perjalanan sekitar dua jam.

Besar Potensi Indonesia Jadi Produsen Rare Earth Element

Logam tanah jarang atau REE harganya selangit dan Bangka Belitung merupakan kawasan potensial untuk menambang REE.
Logam tanah jarang atau REE harganya selangit dan Bangka Belitung merupakan kawasan potensial untuk menambang REE.

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – Pertemuan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dengan Menteri Pertahanan Probowo Soebianto belum lama ini sempat menyinggung eksistensi logam tanah jarang atau rare earth element (REE) yang banyak terkandung di dalam perut bumi Nusantara.

Rare earth element atau logam tanah jarang merupakan salah satu komponen penting untuk pembuatan senjata.

REE merupakan mineral yang memiliki banyak fungsi dan potensi untuk berbagai industri hilir.

Meski namanya logam tanah jarang, tetapi keberadaannya relatif melimpah di kerak bumi.

Salah satu kawasan yang diindikasikan memiliki potensi besar terhadap unsur tanah jarang atau REE adalah Kepulauan Bangka Belitung.

Sayangnya, harga mineral ini ditentukan Singapura dan ini yang sempat diperbincangkan Menko Luhut dan Menhan Prabowo Soebianto.

Padahal Singapura, udaranya juga impor.

“Kenapa harga rare earth element mesti ditentukan di Singapura?”

“Kenapa tidak di kita, Singapura udara saja dia impor, kita relakan itu,” ujar Luhut kepada wartawan usai Rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Senin (22/6/2020).

“Kita dari tin (timah), kemarin saya bicara dengan Menhan, tin itu kita juga bisa ekstrak dari situ rare earth element,” ungkap Luhut.

Baca juga: Masa Depan Industri Dirgantara, Indonesia Pentingnya Proyek-Proyek Strategis Dirgantara di Tanah Air

Dan rare earth element merupakan salah satu komponen penting untuk pembuatan senjata, tapi harga mineral itu ditentukan di Singapura.

Sampai dengan saat ini, Tiongkok menjadi salah satu produsen terbesar REE di dunia.

Pada 2019 saja produksi Tiongkok mencapai 132 ribu metrik ton atau setara dengan 61,9 persen dari total produksi 10 negara dengan output terbanyak di dunia.

Cordela Inn Millennium Medan Hadir dengan Protokol Pencegahan Covid-19 Ketat dan Harga Promo Rp202.000

Cordela Inn Millennium Medan berlokasi sangat strategis, yaitu di Jalan Kapten Muslim, bersebelahan dengan sebuah plaza ternama, pusat penjualan dan servis gadget terlengkap di Kota Medan, yaitu Millennium ICT Center (MICT). Foto: OHM
Cordela Inn Millennium Medan berlokasi sangat strategis, yaitu di Jalan Kapten Muslim, bersebelahan dengan sebuah plaza ternama, pusat penjualan dan servis gadget terlengkap di Kota Medan, yaitu Millennium ICT Center (MICT). Foto: OHM

ALUMNINGGRIS.COM, MEDAN – Sebagai hotel operator, Omega Hotel Management (OHM) memang gencar berekspansi dan mengelola hotel-hotel yang dimiliki investor melalui berbagai brand hotel, mulai dari Cordex, Cordela, Cordela Inn, Grand Cordela dan Alfa Resort.

Saat ini sudah OHM sudah membuka 16 hotel, dengan lima diantaranya menggunakan brand Cordela Inn.

Market kelas menengah memang terus bertumbuh di Indonesia, termasuk di Kota Medan.

Lewat brand Cordela Inn, hotel ini mengangkat konsep comfordable (comfort dan affordable) bagi para tamu dari kalangan bleisure travelers (businesss and leisure).

Ketika Grand Opening pada Kamis (18/6/2020), Cordela Inn Millennium Medan resmi beroperasi sebagai smart hotel yang siap memberikan kontribusi positif bagi industri pariwisata di Kota Medan dan turut serta mengantisipasi penyebaran coronavirus disease atau Covid-19 dengan terus mengutamakan kebersihan, serta memberlakukan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat bagi para tamu dan karyawan hotelnya.

Baca juga: Pesona Keindahan Kelimutu

“Meskipun hotel ini dibuka dalam situasi new normal, namun kami optimistis, penambahan satu hotel OHM dengan brand Cordela Inn Millennium Medan ini bertujuan membangun optimisme ditengah pandemi dan krisis, dan tetap berkontribusi yang positif bagi pemerintah.”

“Bersama-sama kita melayani masyarakat, dan tidak kehilangan semangat untuk recovery bisnis.”

“Seluruh hotel yang dikelola oleh OHM akan tetap konsisten dalam memberikan pelayanan yang terbaik untuk para tamu, disertai protokol ketat untuk mencegah penyebaran Covid-19.”

“Cordela inn Millennium Medan diharapkan dapat menjadi pilihan akomodasi yang aman, dan comfordable (comfort & affordable) bagi masyarakat di Kota Medan,” ujar Kurnia Sukrisna, Chief Operating Officer OHM.

Protokol Pencegahan Covid-19 diterapkan secara ketat di Cordela Inn Millennium Medan. Foto: OHM

Bulan Januari 2020 lalu, OHM baru saja membuka Cordela Inn Sebabi, Sampit, Kalimantan Tengah, dan menyusul kemudian pada bulan Maret 2020.

“Kami juga mengadakan Grand Opening Cordela Inn Sidoarjo. Cordela Inn Millennium Medan adalah hotel ketiga OHM yang berada di Kota Medan, setelah Cordela Hotel Medan dan Alam Hotel by Cordela,” tutur Kurnia.

EDISI TERBARU

BERITA PILIHAN

POPULER

Direktur Utama PT Mega Eltra Kotot Wasisto menilai pintar dan menguasai teknologi akan percuma bila seseorang tak pintar dalam membina relasi dengan sesamanya. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Dhodi Syailendra

Pembantu Jadi Direktur Utama

Heru Dewanto berharap alumni IABA dapat mulai memikirkan peran strategisnya dan ikut berkontribusi untuk bangsa dan negara. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Dhodi Syailendra

Belajar Kehidupan di Inggris

Network Director PT Mega Akses Persada (FiberStar) Ari Tjahjanto menyatakan, disiplin khas Inggris jadi salah satu sikapya dalam menjalani kehidupan dan meniti karier suksesnya. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Dhodi Syailendra

Digembleng Jadi Pede, Mandiri, dan Disiplin