Ingin Banyak Kaum Wanita Terjuni Teknologi Siber

22
Sri Safitri sangat antusias dengan berbagai aktivitas yang memberdayakan para wanita. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Dhodi Syailendra
Sri Safitri sangat antusias dengan berbagai aktivitas yang memberdayakan para wanita. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Dhodi Syailendra

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – Seorang wanita Master Kung Fu, Bo Sim Mark, pernah mengatakan, “jika seorang pria harus bekerja 100 persen untuk menjadi hebat dan unggul, maka seorang perempuan harus bekerja 150 persen lebih keras, tidak hanya dalam bela diri, tapi juga dalam bidang apapun.”

Kata-kata bijak dari Sim Mark tersebut cukup menggambarkan perjuangan kaum wanita di Tanah Air.

Hidup dalam budaya Patriarki yang masih berakar kuat di masyarakat Indonesia dan di tengah era kompetisi yang begitu ketat, bukanlah perkara mudah bagi kaum Hawa untuk meraih posisi penting serta strategis.

Tak heran bila hingga saat ini hanya segelintir perempuan yang dapat mencapai jabatan tinggi bergengsi di pemerintahan, instansi, maupun di badan usaha milik negara (BUMN).

Fitri, begitu panggilan akrab Sri Safitri, adalah salah satu dari segelintir perempuan tersebut.

Baca juga: Kembangkan Desa Wisata dan Destinasi Halal

Integritas, kerja keras, fokus, serta peduli detail menjadi etos kerja Fitri yang memulai kariernya dari bawah di PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.

Kini dia menduduki posisi penting dan strategis sebagai Project Director Experience Transformation.

Ia berada di garda depan dalam merancang strategi serta mentrasformasi pelayanan pelanggan PT Telkom beserta 42 anak perusahaannya agar jadi lebih lebih baik.

Sebagai kaum Hawa, Sri Safitri sangat antusias dengan berbagai aktivitas yang memberdayakan para wanita.

Ia kerap mengajak dan menyuarakan agar lebih banyak kaum perempuan mau terjun di industri teknologi siber.

Menurut lulusan dari STT Telkom yang melanjutkan studi S1 di Cable & Wireless College Conventry, Inggris tersebut, saat ini dia aktif dalam tiga asosiasi.

Pertama, Fitri menjadi Wakil Ketua Indonesia Cyber Security Forum.

Cyber security atau keamanan siber merupakan salah satu bidang di industri teknologi siber dimana kaum perempuan masih langka yang berkecimpung di dalamnya.

Di Indonesia, menurut perkiraannya, hanya lima persen wanita yang berkeja di bidang keamanan siber.

“Oleh sebab itu, saya selalu aktif mengajar dan mengajak kaum perempuan untuk berani berkecimpung di bidang keamanan siber tersebut,” ujarnya kala ditemui di Jakarta belum lama ini.

Selain itu, Fitri menjadi Indonesian Conselor for Asean Chief Innovation Officer (ACIOA) dan dia menjadi Co Founder Indonesia Blockchain Society (IBS).

“Mengapa saya aktif terlibat di bidang siber ini karena saya menunjukkan kepada para perempuan di Indonesia agar tidak takut pada teknologi.”

“Saat ini justru teknologi siber membuka banyak peluang bagi kaum perempuan.

“Pasalnya, kaum perempuan menekuni bidang ini masih minim, saya banyak dapat kesempatan diundang sebagai juri hingga pembicara di berbagai forum hingga ke mancanegara,” katanya.

Baca juga: Ajak Anggota IABA Lebih Inovatif

Berbicara soal Indonesia Association of British Alumni (IABA), menurut Fitri, para lulusan Inggris tentunya orang-orang pilihan dan pintar karena kuliah di Inggris terbilang sulit.

“Semestinya anggota IABA lebih aktif memberikan sumbangan pemikiran bagi negara.”

“Mesti banyak forum dibuat agar menjadi media bagi anggota IABA untuk menyampaikan ide-ide brilian yang bias berdampak besar bagi masyarakat,” harap Fitri. Wisesa