Masa Depan Industri Dirgantara, Indonesia Pentingnya Proyek-Proyek Strategis Dirgantara di Tanah Air

126
Ketua Umum IABIE Bimo Sasongko menilai bahwa program pengembangan pesawat terbang R80 dan N245 mesti dilanjutkan dan dimasukkan kembali dalam daftar daftar proyek strategis nasional (PSN). Foto: liputan6.com
Ketua Umum IABIE Bimo Sasongko menilai bahwa program pengembangan pesawat terbang R80 dan N245 mesti dilanjutkan dan dimasukkan kembali dalam daftar daftar proyek strategis nasional (PSN). Foto: liputan6.com

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – Program pengembangan pesawat terbang R80 dan N245 tiba-tiba dihapus dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Penghapusan itu patut disesalkan, karena menimbulkan brain drain SDM (sumber daya manusia) bangsa.

Proyek pengembangan pesawat R80 yang sebelumnya masuk dalam PSN dikerjakan oleh PT Regio Aviasi Industri (RAI), sedangkan proyek pesawat N245 digarap oleh PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dan LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional).

Kedua jenis pesawat yang dihapus dari daftar PSN merupakan impian Ibu Pertiwi yang menginginkan adanya jembatan udara Nusantara yang menghubungkan kepulauan Indonesia dan kawasan regional serta mampu mendarat pada bandara perintis di daerah terpencil.

Fungsi jembatan udara tersebut sebenarnya sangat klop dengan adanya tiga pesawat buatan dalam negeri yakni N219, N245 dan R80 yang merupakan pesawat angkut ringan yang memiliki kemampuan melayani operasional bandara perintis dan optimistis mampu menguasai pasar pesawat terbang di kelasnya.

Semua Presiden RI senantiasa berpikir keras demi mewujudkan kemajuan bangsa.

Baca juga: Mengungkap Khasiat serta Peluang Bisnis VCO

Presiden ke-3 RI BJ Habibie sejak remaja hingga akhir hayat, langkah dan sumpahnya berorientasi impian Ibu pertiwi.

Impian itu semakin mengkristal ketika Habibie muda pada 1955 bertemu dengan Presiden pertama RI.

Saat itu Bung Karno menyatakan impian-impian Ibu Pertiwi terkait dengan pentingnya kemandirian di sarana-prasarana perhubungan di Indonesia.

Untuk itu dibutuhkan kapal laut dan pesawat terbang yang dibuat di dalam negeri dan dilakukan dengan kompetensi putra-putri bangsa sendiri.

Dalam perjalanan sang waktu, harapan dan keinginan Bung Karno diatas telah diwujudkan oleh BJ Habibie karena berhasil mendirikan bermacam wahana transformasi teknologi dan industri serta menyiapkan SDM unggul yang mampu bekerja sama dan bergotong royong mewujudkan impian Ibu Pertiwi.

Selain menyiapkan wahana dan SDM kelas dunia, BJ Habibie telah menyiapkan cetak biru pembangunan infrastruktur bangsa yang berbasis kemandirian dan proses nilai tambah optimal yang berarti bagi perekonomian bangsa.

Pemerintahan saat ini seyogyanya melanjutkan tahapan dan kerja detail dari BJ Habibie dalam membangun berbagai infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur selayaknya dipersiapkan secara matang dari aspek SDM dan proses rancang bangunnya harus melibatkan semaksimal mungkin pihak dalam negeri.

Dengan dihapuskannya program R80 dan N245 dari PSN maka akan terjadi missing link SDM kedirgantraan bangsa yang bisa berakibat buruk terjadinya penjajahan teknologi atau ketergantungan abadi kepada asing.