Mengungkap Khasiat serta Peluang Bisnis VCO

253

Bahkan menurut penelitian laboratorium UGM, asam laurat terbukti sebagai antivirus, antibakteri, dan antiprotozoa.

Patogen yang mampu diatasi VCO antara lain adalah bakteri Streptococcus agalactiae dan Streptococcus aerus serta beragam virus seperti herpes, sarcoma, HIV, virus leukemia, dan cytomegalovirus.

Bersama kelompok tani binaannya, dia telah mengembangkan produk VCO dan sejak tahun 2003, Prof. Bambang telah menjual VCO tersebut.

Selain minyak, kelapa bias dimanfaatkan dagingnya, air kelapa, sabutnya, tempurung menjadi produk yang bermanfaat bagi manusia.

“Tak hanya VCO, ada sekitar 95 produk turunan bisa dihasilkan dari kelapa.”

“Nilai ekonomis kelapa sangat tinggi dan bisa memberi manfaat kepada para petani rakyat.”

“Berbeda dengan kelapa sawit, mayoritas perkebunan kelapa dikelola petani, tapi potensi belum dapat digarap secara optimal.”

“Kalaupun kelapa diekspor ke luar negeri, pembeli hanya mau beli buah kelapanya saja.”

“Lantas mereka mengolahnya lalu produknya dijual kembali ke Indonesia,” papar Syaukani Bowo Leksono, CEO PT Krambil Idjo Jogja, yang menjadi produsen berbagai produk turunan dari kelapa.

Di tengah pandemi Covid-19, membuat dan menjual VCO bisa menjadi peluang bisnis yang menjanjikan untuk menjadi produksi rumahan, tapi masalah standardisasi bisa jadi kendala.

Baca juga: Aktif Kampanye Kurangi Penggunaan Plastik

Semua produk konsumsi yang dijual ke umum mesti terdaftar dan sudah diuji klinis oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Oleh sebab itu, kami menawarkan untuk menjadi agen yang menjual produk-produk kami,” tutur Syaukani.

Webinar ini berlangsung menarik karena para peserta antusias melontarkan berbagai pertanyaan dan ide kepada kedua narasumber mulai dari soal produk hingga alternatif bisnis dan diskusinya berjalan dengan apik.

“Webinar ini merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan Webinar Series yang digelar IABA.”

“Ke depan IABA akan kembali menggelar webinar dengan tema ekonomi di era normal baru atau new normal,” ujar Prof. Hikmahanto Juwana, Ketua Umum IABA dalam kata sambutannya saat membuka webinar ini. Wisesa