Pesona Keindahan Kelimutu

36
Tiwu Nuwa Muri Koo Fai atau Danau Muda Mudi merupakan salah satu dari danau vulkanik dari Kelimutu yang menyajikan pemandangan memesona. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Wisesa
Tiwu Nuwa Muri Koo Fai atau Danau Muda Mudi merupakan salah satu dari danau vulkanik dari Kelimutu yang menyajikan pemandangan memesona. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Wisesa

ALUMNINGGRIS.COM, ENDE – Pulau Flores di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki danau tiga warna yang menjadi andalan wisata.

Danau vulkanik unik karena tak ada duanya di dunia serta menawarkan keindahan alam yang misterius ini bernama Danau Kelimutu.

Nama Kelimutu merupakan gabungan dua kata, dalam bahasa penduduk lokal kata Keli berarti gunung dan Mutu berarti mendidih.

Sebutan tersebut masuk akal karena Kelimutu merupakan merupakan tiga kawah gunung dan berada di kawasan Taman Nasional Kelimutu, Kabupaten Ende, NTT.

Jika cuaca terang kita bias melihat uap air berada diatas permukaan danau, seperti halnya air yang mendidih.

Dari segi morfologi, Gunung Kelimutu dulunya merupakan sebuah gunung api purba besar yang dinamai Sokoria.

Baca juga: Sensasi Menyelam Dalam Jutaan Galon Air Mineral

Sekitar tahun 1800-an, Sokoria meletus dan letusannya membentuk kaldera besar.

Dari kaldera ini memunculkan gunung api baru bernama Kelibara.

Lantas Gunung Kelibara meletus dan membentuk tiga kawah yang kemudian menjadi Danau Kelimutu.

Tiwu Ata Polo atau Danau Setan dipercaya menjadi tempat tinggal para roh orang jahat dan roh jahat. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Wisesa

Keunikan Kelimutu karena mempunyai tiga tiwu atau danau yang memiliki warna berbeda.

Bagi masyarakat setempat kawasan Danau Kelimutu merupakan tempat sakral sekaligus angker.

Menurut kepercayaan mereka, warna-warna pada Danau Kelimutu memiliki arti masing-masing dan memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Selain pesona danau tiga warna, keindahan hutan berisi aneka flora dan fauna langka menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung.

Danau Kelimutu berada di ketinggian 1.640 mdpl (di atas permukaan laut).

Setelah masuk ke Taman Nasional Kelimutu, Anda mesti berjalan menyusuri jalan setapak di dalam hutan dan harus mengikuti petunjuk jalan yang ada bila tak mau tersesat.

Jika hendak melihat matahari terbit (sunrise) maka sebaiknya Anda datang dan sampai di puncak Kelimutu sebelum jam lima pagi.