Rawat Kecantikan dengan Metode Trylogi

12
Dr Lia Tirtasari menyatakan, 50 persen penduduk Indonesia termasuk golongan ekonomi kelas menengah maka tak heran bila kebutuhan mempercantik diri pun meningkat. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Dhodi Syailendra
Dr Lia Tirtasari menyatakan, 50 persen penduduk Indonesia termasuk golongan ekonomi kelas menengah maka tak heran bila kebutuhan mempercantik diri pun meningkat. Foto: ALUMNINGGRIS.COM/Dhodi Syailendra

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – Di tengah-tengah kesibukannya menangani sejumlah pasien, wanita muda berparas cantik oriental ini menyempatkan dirinya untuk diwawancarai beberapa waktu lalu, ia adalah dr Lia Tirtasari, dokter klinik perawatan kecantikan Skin+ yang berlokasi di WTC 2 Sudirman, Jakarta.

Dokter Lia merupakan alumni King´s College London dengan jurusan Master Clinical Dermatology dan dia menceritakan ketertarikannya mengambil studi di Inggris.

Menurutnya, siapa yang tidak mau belajar di Inggris dengan sistem pendidikan yang bagus di dunia, terlebih bidang yang dipejarinya belum ada di Indonesia dan kalau dimana-mana gelar master biasanya ditempuh dalam dua tahun, sementara di Inggris cuma setahun untuk dengan kualitas bagus.

“Tertarik dengan sistem pendidikan disana, dan kalau untuk master penyakit kulit setahu saya belum ada di Indonesia baru ada anti aging, kecantikan dan masalah penuaan,” paparnya.

Baca juga: Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19, Disiplin Diri dan Kesadaran Kolektif Harus Tinggi

Dewasa ini lebih dari 50 persen penduduk Indonesia termasuk golongan ekonomi kelas menengah maka tak heran bila kebutuhan mempercantik diri pun meningkat.

Klinik-klinik kecantikan tak hanya dipenuhi perempuan, tetapi juga pria dan layanan anti penuaan, pelenyapan jerawat, selulit, dan bekas tato, hingga perawatan setelah bedah kecantikan menjadi booming.

Sayangnya, malapraktik terjadi di beberapa salon kecantikan juga kerap terdengar.

Di luar negeri, praktik perawatan kecantikan yang tak sesuai standar kesehatan dijuluki cowboy practices.

Hanya berbekal pelatihan singkat, mereka langsung pede melayani pelanggan hingga terjadi malapraktik.

Itulah mengapa dibutuhkan pendidikan khusus yang memadai seputar kecantikan.

Ketika ditanyakan adakah keinginan untuk menjadi spesialis kulit?

Dirinya pun tak menampik untuk mewujudkan keinginannya menjadi spesialis kulit.

Tapi ujar dia saat ini dirinya ingin cari pengalaman terlebih dahulu setelah menamatkan studinya di tahun 2017-2018 lalu.

Metode Trylogi

Kini dirinya pun menjadi bagi dari klinik kecantikan Skin+ salah satu klinik yang menawarkan perawatan agar kulit lebih sehat dan bersih dengan metode Trilogy.

Dengan metode Trilogy, perempuan hanya membutuhkan waktu 40 menit dengan satu kali datang setiap pekan untuk mengikuti tiga jenis perawatan, yakni, Medical Trilogy, Recovery Trilogy, dan Maintanance Trilogy.

Medical Trilogy adalah rangkaian treatment utama dengan teknologi modern serum infusion sampai lapisan dermis dan laser untuk mengangkat sel kulit mati dan peremajaan kulit.

Recovery Trilogy adalah rangkaian treatment lanjutan untuk mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan kulit melalui teknologi terapi cahaya dengan tujuh warna yang memiliki fungsi yang berbeda dalam proses peremajaan kulit.

Baca juga: Ingin Banyak Kaum Wanita Terjuni Teknologi Siber

Maintanance Trilogy adalah rangkaian treatment yang berfungsi untuk menjaga kondisi kulit tetap lembab dan kencang melalui teknologi RF dan signature massage.

“Perempuan mungkin malas ya ke klinik kecantikan karena enggak ada waktu.”

“Ini cuma 40 menit bisa dilakukan mumgkin di sela-sela makan siang, noninvasive tanpa bedah lalu bisa kembali bekerja setelah itu tanpa efek samping.”

“Masalah kulit yang paling sering dihadapi oleh masyarakat kaum perkotaan baik itu ibu muda ataupun milenial adalah wajah kusam.”

“Masalah lainnya yaitu jerawat atau noda hitam, maka dengan perawatan Trilogy, bisa mengangkat sel kulit mati yang membuat wajah bersih dan sehat,” ucap dr Lia meyakinkan. Fadli