Senyawa Sesquiterpenes Gaharu Mampu Cegah Penyebaran Covid-19

17
Senyawa dalam kayu gaharu bisa dimanfaatkan menjadi produk hand sanitizer dan hand soap yang ampuh membunuh virus. Foto: Ekonomi Bisnis.com
Senyawa dalam kayu gaharu bisa dimanfaatkan menjadi produk hand sanitizer dan hand soap yang ampuh membunuh virus. Foto: Ekonomi Bisnis.com

ALUMNINGGRIS.COM, JAKARTA – Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil menemukan senyawa kimia sesquiterpenes di dalam kayu gaharu yang dapat berperan sangat efektif menekan penyebaran Covid-19.

Asep Hidayat Ph D, peneliti Puslitbang Hutan itu, menyebutkan bahwa di dalam gaharu mengandung senyawa-senyawa sesquiterpenes seperti guaiene, gurjunene, muurolene, eudesmol, dan selinene.

Senyawa-senyawa ini sangat efektif sebagai pemutus mata rantai pertumbuhan dan perkembangan coronavirus disease 2019 atau Covid-19.

Baca juga: Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19, Disiplin Diri dan Kesadaran Kolektif Harus Tinggi

“Senyawa-senyawa sesquiterpenes seperti kelompok gurjunene, muurolene dan eudesmol dapat melawan virus H5N1 (virus yang menyebabkan gangguan pernafasan akut pada manusia) dan virus ini berpotensi menjadi penyakit flu burung (avian influenza),” jelas Asep Hidayat di Jakarta, Kamis (14/5/2020).

Begitu juga kelompok senyawa guaiene, sangat berpotensi dapat melawan virus H2N2 (virus yang menyebabkan pandemi pada tahun 1957-1958) atau populer disebut sebagai flu Asia.

Menurutnya, bila berbagai virus itu berkembang dengan baik di dalam tubuh manusia maka penyakit yang ditimbulkannya itu dapat menjadi calon inang bagi Covid-19 untuk melakukan reproduksinya.

Asep Hidayat sangat optimististis pemanfaatan gaharu dalam produksi hand sanitizer dan hand soap dapat meningkatkan efektivitas pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Sesquiterpenes gaharu, dari berbagai referensi, diketahui sangat efektif untuk mencegah berkembangnya berbagai jenis-jenis penyakit lainnya yang disebabkan bakteri, jamur atau cendawan, serta virus seperti Klebsiella pneumonia, Helicobacter pylori, Escherichia coli, Bacillus subtilis, Staphylococcus aureus, Enterococcus faecalis, Aspergillus species, Candida albicans, dan lain sebagainya.

Baca juga: Setelah Covid-19, Indonesia Perlu Buat Skenario Doomsday

Penelitian untuk mengetahui senyawa-senyawa kimia utama di dalam gaharu telah dilakukan oleh Asep dan timnya di Laboratorium Mikrobiologi Hutan selama dua tahun.

Sementara seluk-beluk mikroorganisme hutan termasuk gaharu telah ditekuni dan dipelajari Asep Hidayat sejak tahun 2017 hingga saat ini. Wisesa